Timika — Penanganan banjir di kawasan Makarena, Jalan Baru, Kelurahan Kwamki, Distrik Mimika Baru, ternyata telah dimulai sejak malam tanggal 6 Mei 2026 melalui kerja lapangan intensif yang dipimpin langsung Distrik Mimika Baru bersama tim teknis dan aparat keamanan.

Sebelum proses normalisasi dilakukan, Kepala Distrik Mimika Baru Merlyn Temorubun bersama tim Distrik Mimika Baru, unsur PUPR dan aparat Polsek Mimika Baru terlebih dahulu menyisir jalur daerah aliran air dari satu titik ke titik lain untuk mencari sumber utama penyumbatan yang menyebabkan air meluap ke permukiman warga.

Dari hasil peninjauan lapangan ditemukan sejumlah titik saluran air yang menyempit akibat aktivitas pembangunan serta tumpukan sampah yang menghambat aliran drainase.
“Jadi sebenarnya penanganan ini bukan dimulai pagi hari. Sejak malam tanggal 6 Mei kami sudah turun menyusuri jalur air bersama tim teknis untuk mencari titik penyebab utama banjir,” ujar Merlyn.
Dalam penanganan malam tersebut, tim gabungan bahkan harus melakukan pendekatan langsung kepada pemilik gudang pada salah satu titik saluran air agar akses jalur drainase yang tertutup dapat dibuka kembali demi memperlancar aliran air.
Bersama aparat Polsek Mimika Baru, tim kemudian melakukan pembukaan sumbatan dan pengangkutan sampah pada titik-titik kritis sehingga air mulai mengalir keluar pada malam itu juga.
Keesokan paginya pada tanggal 7 Mei 2026 sekitar pukul 07.00 WIT, Distrik Mimika Baru bersama masyarakat dan OPD teknis melanjutkan penanganan dengan normalisasi manual pada sejumlah titik genangan yang masih tersisa.
Proses penanganan dilakukan bertahap sepanjang jalur drainase hingga siang hari. Dalam proses tersebut berbagai pihak turut memberikan dukungan termasuk anggota DPRK Mimika Darwin Kurnia Rombe yang membantu menghadirkan alat berat ke lokasi sekitar pukul 09.00 WIT.
Pada siang harinya Kepala Distrik Mimika Baru bersama Bupati Mimika kembali turun langsung ke lokasi untuk melakukan evaluasi lapangan terhadap kondisi drainase dan genangan air yang masih tersisa.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Mimika meminta OPD teknis terkait untuk melakukan langkah cepat dan penanganan lanjutan agar persoalan banjir di kawasan tersebut dapat segera dituntaskan.
Distrik Mimika Baru menegaskan bahwa penanganan banjir di wilayah perkotaan tidak cukup dilakukan secara simbolik, tetapi membutuhkan kerja lapangan yang detail mulai dari pemetaan aliran air, pembukaan titik sumbatan, pengangkutan sampah hingga koordinasi lintas pihak secara terus-menerus.
Hingga tanggal 8 Mei 2026, proses penanganan masih terus dilakukan terutama pada beberapa titik belakang permukiman yang sebelumnya tidak terlihat namun menjadi bagian penting dari jalur aliran air kawasan tersebut.
“Yang kami kejar bukan sekadar air surut sementara, tetapi memastikan jalur air kembali berfungsi sehingga masyarakat tidak terus-menerus menjadi korban banjir,” tegas Merlyn.