Jangan hanya pandai menuntut hak, tetapi lalai menjalankan kewajiban. Datang terlambat dan pulang cepat bukan budaya ASN yang berintegritas. Gaji diterima penuh, maka tanggung jawab juga harus dilaksanakan penuh. Mengeluh setiap hari tidak akan memperbaiki keadaan; bekerja lebih baik adalah jawabannya. Bolos kerja adalah bentuk pengingkaran terhadap amanah pelayanan. ASN yang baik tidak menjadikan alasan sebagai kebiasaan. Jangan biarkan malas mengalahkan sumpah dan tanggung jawab sebagai abdi negara. Kedisiplinan bukan pilihan, tetapi kewajiban. Kantor bukan tempat singgah sebentar, tetapi tempat menunaikan amanah kerja. Sebelum meminta tambahan penghasilan, tunjukkan dulu tambahan kinerja dan kedisiplinan. Jangan tunggu ditegur baru berubah, karena disiplin sejati lahir dari kesadaran, bukan dari ketakutan. Setiap pagi saat kita memakai seragam ASN, ingatlah: ada amanah rakyat yang ikut kita kenakan. Gaji yang kita terima adalah rezeki, tetapi pelayanan yang kita berikan adalah tanggung jawab kepada Tuhan dan masyarakat. Datang tepat waktu bukan hanya soal aturan kantor, tetapi soal menghargai orang-orang yang menunggu pelayanan kita.

Distrik Mimika Baru Dorong Prioritas Rumah Baru bagi Warga Terdampak Banjir Berulang di Makarena

Timika — Setelah melakukan penanganan intensif sejak tanggal 6 hingga 9 Mei 2026, Distrik Mimika Baru kembali melakukan pemantauan lapangan pada Sabtu (9/5/2026) di kawasan Makarena, Jalan Baru, Kelurahan Kwamki.

Hasil pemantauan menunjukkan genangan air yang sebelumnya merendam permukiman warga kini telah surut dan kondisi lingkungan mulai kembali normal.

Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, mengatakan bahwa penanganan dilakukan bertahap selama beberapa hari melalui pembukaan jalur air, pembersihan sampah, normalisasi drainase serta koordinasi lintas pihak di lapangan.

Penanganan dimulai sejak malam tanggal 6 Mei 2026 melalui penyisiran jalur aliran air bersama tim Distrik Mimika Baru, unsur PUPR dan aparat keamanan untuk mencari titik penyumbatan utama penyebab banjir.

Selanjutnya pada tanggal 7 hingga Jumat 8 Mei 2026, tim gabungan terus melakukan kerja lapangan termasuk pembersihan lanjutan pada area belakang permukiman yang sebelumnya tidak terlihat namun menjadi bagian penting dari jalur aliran air kawasan tersebut.

“Puji Tuhan hari ini saat kami kembali memantau lokasi, air sudah surut dan beberapa titik yang sebelumnya tergenang sudah mulai kering,” ujar Merlyn.

Namun demikian Distrik Mimika Baru menilai persoalan di kawasan tersebut tidak berhenti hanya pada surutnya air. Dari hasil pemantauan lapangan ditemukan sejumlah rumah warga yang telah berkali-kali terdampak banjir sehingga kondisi fisik bangunan mulai mengalami penurunan.

Menurut Merlyn, beberapa rumah di kawasan tersebut dapat dikategorikan sebagai rumah terdampak bencana karena terus mengalami genangan berulang yang mempengaruhi keamanan dan kelayakan hunian masyarakat.

“Beberapa rumah memang sudah berulang kali terkena banjir dan kondisi bangunannya mulai menurun. Karena itu kami akan mendorong supaya rumah-rumah yang paling terdampak bisa menjadi prioritas untuk pembangunan rumah baru,” jelasnya.

Distrik Mimika Baru berencana menyampaikan secara khusus kondisi tersebut kepada Bupati Mimika sebagai bagian dari usulan penanganan lanjutan bagi masyarakat terdampak banjir di kawasan Makarena.

“Kami tidak ingin masyarakat hanya dibantu saat banjir datang lalu selesai begitu saja. Harus ada solusi jangka panjang bagi warga yang memang paling terdampak,” tegas Merlyn.

Selain itu Distrik Mimika Baru juga akan terus mendorong normalisasi jalur air dan pengawasan terhadap titik-titik penyempitan drainase yang menjadi salah satu penyebab utama terjadinya genangan di kawasan tersebut.