Jangan hanya pandai menuntut hak, tetapi lalai menjalankan kewajiban. Datang terlambat dan pulang cepat bukan budaya ASN yang berintegritas. Gaji diterima penuh, maka tanggung jawab juga harus dilaksanakan penuh. Mengeluh setiap hari tidak akan memperbaiki keadaan; bekerja lebih baik adalah jawabannya. Bolos kerja adalah bentuk pengingkaran terhadap amanah pelayanan. ASN yang baik tidak menjadikan alasan sebagai kebiasaan. Jangan biarkan malas mengalahkan sumpah dan tanggung jawab sebagai abdi negara. Kedisiplinan bukan pilihan, tetapi kewajiban. Kantor bukan tempat singgah sebentar, tetapi tempat menunaikan amanah kerja. Sebelum meminta tambahan penghasilan, tunjukkan dulu tambahan kinerja dan kedisiplinan. Jangan tunggu ditegur baru berubah, karena disiplin sejati lahir dari kesadaran, bukan dari ketakutan. Setiap pagi saat kita memakai seragam ASN, ingatlah: ada amanah rakyat yang ikut kita kenakan. Gaji yang kita terima adalah rezeki, tetapi pelayanan yang kita berikan adalah tanggung jawab kepada Tuhan dan masyarakat. Datang tepat waktu bukan hanya soal aturan kantor, tetapi soal menghargai orang-orang yang menunggu pelayanan kita.

PKK Distrik Miru

KEGIATAN PENINGKATAN MUTU KADER POSYANDU DAN PELATIHAN PMT DALAM RANGKA PENCEGAHAN STUNTING DISTRIK MIMIKA BARU

Kegiatan peningkatan mutu kader Posyandu dan pelatihan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam rangka pencegahan stunting di Distrik Mimika Baru bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader dalam memantau pertumbuhan balita serta memberikan edukasi tentang gizi yang tepat, diadakan pada Hari Rabu, tanggal 18 Juni 2025.
Pelatihan ini biasanya mencakup beberapa aspek utama:

  • Edukasi tentang stunting: Kader diberikan pemahaman mendalam mengenai penyebab, dampak, dan cara pencegahan stunting pada anak-anak.
  • Pelatihan pengukuran antropometri: Kader diajarkan cara mengukur tinggi dan berat badan balita dengan alat yang sesuai standar, sehingga dapat mendeteksi risiko stunting lebih akurat.
  • Pemberian Makanan Tambahan (PMT): Kader dilatih untuk membuat dan memberikan PMT berbasis pangan lokal yang kaya gizi, seperti olahan ikan lele atau umbi-umbian.
  • Pendampingan dan monitoring: Setelah pelatihan, kader Posyandu akan terus didampingi untuk memastikan penerapan ilmu yang telah dipelajari dalam kegiatan Posyandu sehari-hari.