Jangan hanya pandai menuntut hak, tetapi lalai menjalankan kewajiban. Datang terlambat dan pulang cepat bukan budaya ASN yang berintegritas. Gaji diterima penuh, maka tanggung jawab juga harus dilaksanakan penuh. Mengeluh setiap hari tidak akan memperbaiki keadaan; bekerja lebih baik adalah jawabannya. Bolos kerja adalah bentuk pengingkaran terhadap amanah pelayanan. ASN yang baik tidak menjadikan alasan sebagai kebiasaan. Jangan biarkan malas mengalahkan sumpah dan tanggung jawab sebagai abdi negara. Kedisiplinan bukan pilihan, tetapi kewajiban. Kantor bukan tempat singgah sebentar, tetapi tempat menunaikan amanah kerja. Sebelum meminta tambahan penghasilan, tunjukkan dulu tambahan kinerja dan kedisiplinan. Jangan tunggu ditegur baru berubah, karena disiplin sejati lahir dari kesadaran, bukan dari ketakutan. Setiap pagi saat kita memakai seragam ASN, ingatlah: ada amanah rakyat yang ikut kita kenakan. Gaji yang kita terima adalah rezeki, tetapi pelayanan yang kita berikan adalah tanggung jawab kepada Tuhan dan masyarakat. Datang tepat waktu bukan hanya soal aturan kantor, tetapi soal menghargai orang-orang yang menunggu pelayanan kita.

Pemuda Bergerak untuk Literasi, Rumah Baca Sa Noken Resmi Hadir di Kebun Sirih

Pemuda Bergerak untuk Literasi, Rumah Baca Sa Noken Resmi Hadir di Kebun Sirih

TIMIKA — Semangat membangun generasi melalui literasi terus tumbuh dari tengah masyarakat. Rumah Baca Sa Noken yang diinisiasi dan dibangun secara mandiri oleh pemuda Yayasan Sa Noken resmi diluncurkan di kawasan Muara Gorong-Gorong, Kelurahan Kebun Sirih, Distrik Mimika Baru, Sabtu (29/8/2026).

Kehadiran Rumah Baca Sa Noken menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian generasi muda terhadap pendidikan, lingkungan, dan masa depan masyarakat. Tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak, rumah baca ini diharapkan menjadi ruang belajar bagi remaja, pemuda hingga masyarakat dewasa yang ingin meningkatkan kemampuan membaca, menulis dan memperluas pengetahuan.

Kepala Distrik Mimika Baru yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Sa Noken dan para pemuda yang memilih untuk bergerak secara mandiri dan menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat.

Menurutnya, berdirinya Rumah Baca Sa Noken menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu harus dimulai dari program besar. Perubahan dapat dimulai dari komunitas, dari kepedulian, serta dari keberanian anak-anak muda melihat kebutuhan di lingkungannya kemudian mengambil tindakan.

“Yang kita buka hari ini bukan sekadar sebuah rumah dengan kumpulan buku. Kita sedang membuka pintu masa depan. Satu buku dapat mengubah cara berpikir seseorang, dan pengetahuan yang diterima seorang anak hari ini dapat mengubah masa depan keluarganya kelak,” ujarnya.

Peluncuran Rumah Baca Sa Noken mengangkat tema “Satu Buku, Sejuta Inspirasi.” Dalam renungan Firman Tuhan yang disampaikan pada kegiatan tersebut, Amsal 2:6 menjadi salah satu dasar pesan, bahwa Tuhanlah yang memberikan hikmat dan dari-Nya datang pengetahuan serta kepandaian.

Pesan tersebut dinilai selaras dengan semangat para pemuda Sa Noken yang tidak hanya melihat persoalan di sekitarnya, tetapi berupaya mencari jalan keluar melalui pendidikan dan literasi.

Pemerintah dan Masyarakat Harus Saling Terhubung

Pada kesempatan tersebut, Kepala Distrik Mimika Baru juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang semakin dekat antara masyarakat dan pemerintah.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak merasa berjalan sendiri ketika menghadapi persoalan di lingkungannya. Pemerintah, menurutnya, harus membuka ruang untuk mendengar, sementara masyarakat juga perlu aktif menyampaikan informasi dan kebutuhan yang terjadi di lapangan.

“Kami ada. Kami ingin mendengar dan berjalan bersama masyarakat. Jangan sampai pemerintah berjalan sendiri dan masyarakat berjalan sendiri hanya karena ada jarak atau informasi yang tidak tersampaikan. Mimika adalah rumah kita bersama,” tegasnya.

Pesan kebersamaan tersebut juga dikaitkan dengan kondisi El Niño dan kekeringan yang saat ini perlu dihadapi dengan kewaspadaan dan kepedulian bersama. Masyarakat diajak untuk bersyukur atas apa yang masih dimiliki sekaligus meningkatkan solidaritas terhadap warga yang mulai mengalami kesulitan air maupun kebutuhan lainnya.

Dari Rumah Baca, Menyalakan Mimpi Anak Papua

Kepada para pemuda Sa Noken, Kepala Distrik Mimika Baru berpesan agar gerakan tersebut tidak berhenti setelah peresmian. Rumah baca harus terus dihidupkan melalui kegiatan membaca, belajar, diskusi, pendidikan lingkungan serta berbagai aktivitas positif bagi anak dan pemuda.

Ia berharap dari Rumah Baca Sa Noken kelak tumbuh anak-anak Papua yang berpengetahuan, berkarakter, takut akan Tuhan dan berani mempunyai cita-cita besar.

“Hari ini mungkin seorang anak hanya datang dan membaca satu buku. Tetapi kita tidak pernah tahu, dari tempat sederhana ini suatu hari dapat lahir guru, dokter, pengusaha, pendeta bahkan pemimpin-pemimpin masa depan yang membangun Mimika dan Tanah Papua,” katanya.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita sekaligus doa agar Rumah Baca Sa Noken terus bertumbuh menjadi ruang belajar dan ruang perjumpaan masyarakat.

Satu Buku, Sejuta Inspirasi — dari Sa Noken, menyalakan harapan untuk generasi masa depan.

POST VIEWS
22 kali dibaca